Beberapa waktu belakangan ini kita banyak mendengar informasi atau menonton iklan layanan masyarakat terkait Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) yang kabarnya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Apa dan bagaimana Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) itu?
Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. Namun bila mengacu pada hasil surveilans dan cakupan imunisasi, terlihat bahwa imunisasi campak rutin saja belumlah cukup untuk mencapai target eliminasi campak tersebut. Oleh sebab itu perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan untuk mengakselerasi pengendalian rubella/CRS sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin. Kampanye pemberian imunisasi vaksin MR dilakukan pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, dimana pelaksanaan kegiatan ini akan dibagi dalam 2 (dua) fase yaitu fase I dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2017 di seluruh Pulau Jawa sedangkan fase II akan dilaksanakan pada bulan Agustus -September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Campak adalah penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau konjungtivitis akan tetapi sangat berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok/herd immunity tidak terbentuk. Ketika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak. Seseorang dapat kebal jika telah diimunisasi atau terinfeksi virus campak. Pada tahun 2000, lebih dari 562.000 anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak. Dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115.000 per tahun, dengan perkiraan 314 anak per hari atau 13 kematian setiap jamnya.
Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi rubella yang terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan. Sebelum dilakukan imunisasi rubella, insidens CRS bervariasi antara 0,1-0,2/1000 kelahiran hidup pada periode endemik dan antara 0,8-4/1000 kelahiran hidup selama periode epidemi rubella. Angka kejadian CRS pada negara yang belum mengintroduksi vaksin rubella diperkirakan cukup tinggi. Pada tahun 1996 diperkirakan sekitar 22.000 anak lahir dengan CRS di regio Afrika, sekitar 46.000 di regio Asia Tenggara dan 12.634 di regio Pasifik Barat. Insiden CRS pada regio yang telah mengintroduksi vaksin rubella selama tahun 1996-2008 telah menurun.
Di Indonesia sendiri, rubella menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan upaya pencegahan efektif. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukan bahwa 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun. Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun.
Dalam Global Vaccine Action Plan (GVAP), Campak dan Rubella ditargetkan untuk dapat dieliminasi di 5 regional WHO pada tahun 2020. Sejalan dengan GVAP, The Global Measles & Rubella Strategic Plan 2012-2020 memetakan strategi yang diperlukan untuk mencapai target dunia tanpa campak, rubella atau CRS. Satu diantara lima strategi adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan dua dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi (>95%) dan merata. Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020.
Adapun strategi-strategi yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah:
1. Penguatan imunisasi rutin untuk mencapai cakupan imunisasi campak ≥95% merata di semua tingkatan.
2. Pelaksanaan Crash program Campak pada anak usia 9-59 bulan di 185 kabupaten/kota pada bulan Agustus-September 2016.
3. Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun secara bertahap dalam 2 fase sebagai berikut :
- Fase 1 bulan Agustus-September 2017 di seluruh Pulau Jawa;
- Fase 2 bulan Agustus-September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua;
4. Introduksi vaksin MR ke dalam program imunisasi rutin pada bulan Oktober 2017 dan 2018.
5. Surveilans Campak Rubella berbasis kasus individu/Case Based Measles Surveillance (CBMS).
6. Surveilance sentinel CRS di 13 RS.
7. KLB campak diinvestigasi secara penuh (fully investigated).
Sebagai acuan bagi petugas kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyusun buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR yang dapat diunduh secara gratis berikut ini.
Download Juknis Imunisasi MR : [Disini] atau [Disini]
Sumber : Petunjuk Teknis Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR)
Beranda » Semua Koleksi Info Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Juli 2017
Selasa, 06 Desember 2016
Artikel Kesehatan
Info Kesehatan
Manfaat Imunisasi Dasar Lengkap
Perlukah Imunisasi Dasar Lengkap? Perlu diketahui bahwa pada masa awal kehidupannya, Bayi sangat rentan terserang penyakit berbahaya, seperti campak, polio, dan tetanus. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap sangat bermanfaat untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Oleh karena itulah, hendaknya para orang tua lebih memperhatikan jadual imunisasi bagi anaknya.
Imunisasi dasar lengkap adalah pemberian 5 (lima) vaksi imunisasi sesuai jadual untuk bayi di bawah usia 1 (satu) tahun. Adapun manfaat pemberian imunisasi dasar lengkap sesuai jadual adalah tubuh bayi dirangsang untuk memiliki kekebalan sehingga tubuhnya mampu melawan serangan berbagai macam penyakit.
5 (lima) Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi usia di bawah 1 tahun.
HEPATITIS B
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. Imunisasi pertama dapat diberikan 12 jam setelah bayi lahir, atau pada bayi usia 0-7 hari. Dosis kedua pada saat anak berusia 1-2 bulan dan dosis selanjutnya saat menginjak usia 6-18 bulan. Pemberian dosis ulangan juga dapat didasarkan pada jadual imunisasi yang ada.
BCG
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit TBC. Dilakukan sekali pada bayi sebelum usia 3 bulan. Biasanya dilakukan bila bayi berusia 1 bulan. Namun apabila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan dan belum pernah mendapatkan imunisasi BCG maka harus dilakukan uji tuberkulin untuk mengetahui apakah bayi sudah terpapar bakteri TBC. Imunisasi bisa diberikan bila hasil tes tuberkulin negatif.
POLIO
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali yaitu ketika bayi berusia 1 sampai 4 bulan.
DPT-HB
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Saat ini kebanyakan imunisasi DPT diberikan bersamaan dengan dosis ulangan imunisasi Hepatitis B. Sehingga disebut dengan DPT Combo. Jadwal pemberian imunisasi DPT Combo adalah saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan. DPT Combo juga dikombinasikan dengan pemberian imunisasi polio.
CAMPAK
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit campak. Pemberiannya hanya 1 kali saja yaitu pada saat anak berusia 9 bulan.Pemberiannya dapat diulang pada saat anak masuk SD atau mengikuti program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang dicanangkan pemerintah.
Gejala Fisik Setelah Imunisasi
Imunisasi kadang dapat mengakibatkan gejala fisik, yang merupakan tanda baik yang membuktikan bahwa vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Gejala fisik yang biasa terjadi setelah imunisasi adalah sebagai berikut :
Imunisasi dasar lengkap adalah pemberian 5 (lima) vaksi imunisasi sesuai jadual untuk bayi di bawah usia 1 (satu) tahun. Adapun manfaat pemberian imunisasi dasar lengkap sesuai jadual adalah tubuh bayi dirangsang untuk memiliki kekebalan sehingga tubuhnya mampu melawan serangan berbagai macam penyakit.
5 (lima) Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi usia di bawah 1 tahun.
| Umur Bayi | Jenis Imunisasi |
| ≤ 7 Hari | Hepatitis B (HB) 0 |
| 1 Bulan | BCG, Polio 1 |
| 2 Bulan | DPT/HB 1, Polio 2 |
| 3 Bulan | DPT/HB 2, Polio 3 |
| 4 Bulan | DPT/HB 3, Polio 4 |
| 9 Bulan | Campak |
HEPATITIS B
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. Imunisasi pertama dapat diberikan 12 jam setelah bayi lahir, atau pada bayi usia 0-7 hari. Dosis kedua pada saat anak berusia 1-2 bulan dan dosis selanjutnya saat menginjak usia 6-18 bulan. Pemberian dosis ulangan juga dapat didasarkan pada jadual imunisasi yang ada.
BCG
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit TBC. Dilakukan sekali pada bayi sebelum usia 3 bulan. Biasanya dilakukan bila bayi berusia 1 bulan. Namun apabila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan dan belum pernah mendapatkan imunisasi BCG maka harus dilakukan uji tuberkulin untuk mengetahui apakah bayi sudah terpapar bakteri TBC. Imunisasi bisa diberikan bila hasil tes tuberkulin negatif.
POLIO
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali yaitu ketika bayi berusia 1 sampai 4 bulan.
DPT-HB
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Saat ini kebanyakan imunisasi DPT diberikan bersamaan dengan dosis ulangan imunisasi Hepatitis B. Sehingga disebut dengan DPT Combo. Jadwal pemberian imunisasi DPT Combo adalah saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan. DPT Combo juga dikombinasikan dengan pemberian imunisasi polio.
CAMPAK
Adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit campak. Pemberiannya hanya 1 kali saja yaitu pada saat anak berusia 9 bulan.Pemberiannya dapat diulang pada saat anak masuk SD atau mengikuti program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang dicanangkan pemerintah.
Gejala Fisik Setelah Imunisasi
Imunisasi kadang dapat mengakibatkan gejala fisik, yang merupakan tanda baik yang membuktikan bahwa vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Gejala fisik yang biasa terjadi setelah imunisasi adalah sebagai berikut :
- BCG, setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah kurang lebih 10 mm. Luka akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan luka parut yang kecil.
- DPT, kebanyakan bayi menderita panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam kurun waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya. Bila gejala tidak timbul tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan dan imunisasi tidak perlu diulang.
- POLIO, jarang timbul efek samping.
- CAMPAK, anak mungkin akan panas, kadang disertai dengan kemerahan 4-10 hari sesudah penyuntikan.
- HEPATITIS, belum pernah dilaporkan terjadinya efek samping.
- TETANUS TOXOID, efek samping TT untuk ibu hamil tidak ada.
Yang paling penting untuk diingat bahwa efek samping dari pemberian imunisasi kepada bayi jauh lebih ringan daripada efek penyakit bila bayi anda tidak diimunisasi.
Dimana memperoleh layanan Imunisasi Dasar Lengkap?
Seluruh Puskesmas di Indonesia memberikan pelayanan imunisasi dasar lengkap dengan cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut biaya, karena merupakan program dari pemerintah. Untuk informasi selengkapnya ayo ke Puskesmas terdekat di kota anda.
Kamis, 03 November 2016
Artikel Kesehatan
Info Kesehatan
Manfaat Naik Turun Tangga Bagi Kesehatan Tubuh
Manfaat Naik Turun Tangga Bagi Kesehatan Tubuh. Bagi banyak orang, naik turun tangga mungkin merupakan aktivitas fisik yang banyak dihindari. Capek, malas, takut berkeringat, buru-buru, sedikit dari sekian banyak alasan yang dikemukakan orang-orang yang menghindari naik turun tangga dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Padahal kita tahu bahwa manfaat naik turun tangga bagi kesehatan tubuh sangat penting. Naik turun tangga sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Memiliki tubuh yang bugar merupakan modal utama untuk menghindari resiko terhadap penyakit kronis.
Bagi anda yang tidak punya waktu melakukan aktivitas olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, mengapa tidak mencoba olahraga naik turun tangga? Berikut manfaat naik turun tangga bagi kesehatan tubuh.
1. Melatih dan memperkuat jantung.
Selain melakukan olahraga lari dengan treadmill, aktivitas naik turun tangga juga dapat melatih jantung dalam tubuh kita. Dengan naik turun tangga melatih jantung, kita dapat menentukan berapa jauh jarak yang harus ditempuh dan juga berapa lama kita harus melakukan gerakan naik turun tangga. Kalori yang terbakar dari naik turun tangga ini mempunyai manfaat besar bagi jantung. Melatih jantung agar tidak mudah lelah saat melakukan aktivitas berat. Naik turun tangga dapat membakar kalori sebanyak 250 persen lebih banyak dibandingkan dengan berenang dengan jangka waktu yang sama.
2. Core Training.
Sendi dan punggung sering sekali menjadi titik sakit pada tubuh. Khususnya bagi para pekerja kantoran yang pekerjaannya hanya duduk di depan komputer dan dibalik meja biasanya akan merasakan nyeri pada punggung, sendi dan leher. Dengan melakukan olahraga naik turun tangga dapat mengurangi rasa sakit tersebut secara bertahap yang disebut juga dengan core training.
3. Membentuk dan menguatkan otot.
Manfaat naik turun tangga adalah dapat membakar lemak dalam tubuh dengan mengeluarkan keringat, sehingga tubuh menjadi lebih bertenaga dan otot-otot kaki akan terbentuk. Naik turun tangga juga bermanfaat untuk memangkas lemak-lemak pada tubuh anda terutama di bagian pinggul, perut, dan juga bagian paha.
4. Menurunkan berat badan.
Naik turun tangga yang dilakukan secara rutin akan membuat lemak-lemak pada tubuh terkikis dan membakar kalori yang ada di dalam tubuh. Secara signifikan berat badan akan menjadi turun setelah rutin melakukan naik turun tangga ini dan akan terlihat perbedaannya secara bertahap.
Para ahli mulai merekomendasikan untuk menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas fisik seperti berlari, bersepeda, berjalan kaki, dan naik turun tangga agar kalori yang terdapat dalam tubuh dapat terbakar dengan efektif dan tentu saja mengurangi lemak dalam tubuh. Mudah-mudahan informasi manfaat naik turun tangga bagi kesehatan tubuh ini bermanfaat.
Bagi anda yang tidak punya waktu melakukan aktivitas olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, mengapa tidak mencoba olahraga naik turun tangga? Berikut manfaat naik turun tangga bagi kesehatan tubuh.
1. Melatih dan memperkuat jantung.
Selain melakukan olahraga lari dengan treadmill, aktivitas naik turun tangga juga dapat melatih jantung dalam tubuh kita. Dengan naik turun tangga melatih jantung, kita dapat menentukan berapa jauh jarak yang harus ditempuh dan juga berapa lama kita harus melakukan gerakan naik turun tangga. Kalori yang terbakar dari naik turun tangga ini mempunyai manfaat besar bagi jantung. Melatih jantung agar tidak mudah lelah saat melakukan aktivitas berat. Naik turun tangga dapat membakar kalori sebanyak 250 persen lebih banyak dibandingkan dengan berenang dengan jangka waktu yang sama.
2. Core Training.
Sendi dan punggung sering sekali menjadi titik sakit pada tubuh. Khususnya bagi para pekerja kantoran yang pekerjaannya hanya duduk di depan komputer dan dibalik meja biasanya akan merasakan nyeri pada punggung, sendi dan leher. Dengan melakukan olahraga naik turun tangga dapat mengurangi rasa sakit tersebut secara bertahap yang disebut juga dengan core training.
3. Membentuk dan menguatkan otot.
Manfaat naik turun tangga adalah dapat membakar lemak dalam tubuh dengan mengeluarkan keringat, sehingga tubuh menjadi lebih bertenaga dan otot-otot kaki akan terbentuk. Naik turun tangga juga bermanfaat untuk memangkas lemak-lemak pada tubuh anda terutama di bagian pinggul, perut, dan juga bagian paha.
4. Menurunkan berat badan.
Naik turun tangga yang dilakukan secara rutin akan membuat lemak-lemak pada tubuh terkikis dan membakar kalori yang ada di dalam tubuh. Secara signifikan berat badan akan menjadi turun setelah rutin melakukan naik turun tangga ini dan akan terlihat perbedaannya secara bertahap.
Para ahli mulai merekomendasikan untuk menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas fisik seperti berlari, bersepeda, berjalan kaki, dan naik turun tangga agar kalori yang terdapat dalam tubuh dapat terbakar dengan efektif dan tentu saja mengurangi lemak dalam tubuh. Mudah-mudahan informasi manfaat naik turun tangga bagi kesehatan tubuh ini bermanfaat.
Minggu, 16 September 2012
Info Kesehatan
Serba Serbi
Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2012, Ayo Periksa Gigi Gratis
Dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia yang tepat jatuh pada tanggal 12 September 2012, PT. Unilever Indonesia bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia kembali mengadakan kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Pada tahun ini, pembukaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional dilaksanakan di Kota Denpasar, Bali, dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar bertindak sebagai tuan rumah tempat penyelenggaraan pertama yang kemudian juga diikuti oleh sepuluh kota besar lainya sampai dengan tanggal 7 November 2012.
Pada Kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2012 ini diadakan pemeriksaan gigi gratis di 15 fakultas kedokteran gigi di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, warga masyarakat khususnya yang tidak mampu, dapat memeriksakan kesehatan giginya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dan tindakan pengobatan gigi, seperti cabut gigi, tambal gigi, pembersihan karang gigi, dan lainnya.
Pada tahun 2007 yang lalu, FDI World Dental Federation telah menetapkan tanggal 12 September sebagai Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia.
Berikut adalah daftar nama Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara pemeriksaan gigi gratis di 15 Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia:
1. Universitas Mahasaraswati (Bali) : 12-15 September 2012
2. Universitas Hassanudin (Makassar) : 17-19 September 2012
3. Universitas Indonesia (Jakarta) : 20-22 September 2012
4. Universitas Airlangga (Surabaya) : 24-26 September 2012
5. Universitas Gadjah Mada (Yogyakarya) : 27-29 September 2012
6. Universitas Moestopo (Jakarta) : 01-03 Oktober 2012
7. Universitas Hang Tuah (Surabaya) : 04-06 Oktober 2012
8. Universitas Padjajaran (Bandung) : 08-10 Oktober 2012
9. Universitas Jember (Jember) : 11-13 Oktober 2012
10. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta : 15-17 Oktober 2012
11. Universitas Shiah Kuala (Aceh) : 18-20 Oktober 2012
12. Universitas Trisakti (Jakarta) : 22-24 Oktober 2012
13. Universitas Baiturrahman (Padang) : 29-31 Oktober 2012
14. Universitas Sam Ratulangi (Manado) : 01-03 November 2012
15. Universitas Sumatera Utara (Medan) : 05-07 November 2012
Pada Kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2012 ini diadakan pemeriksaan gigi gratis di 15 fakultas kedokteran gigi di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, warga masyarakat khususnya yang tidak mampu, dapat memeriksakan kesehatan giginya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dan tindakan pengobatan gigi, seperti cabut gigi, tambal gigi, pembersihan karang gigi, dan lainnya.
![]() |
| Bulan Kesehatan Gigi Nasional |
Berikut adalah daftar nama Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara pemeriksaan gigi gratis di 15 Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia:
1. Universitas Mahasaraswati (Bali) : 12-15 September 2012
2. Universitas Hassanudin (Makassar) : 17-19 September 2012
3. Universitas Indonesia (Jakarta) : 20-22 September 2012
4. Universitas Airlangga (Surabaya) : 24-26 September 2012
5. Universitas Gadjah Mada (Yogyakarya) : 27-29 September 2012
6. Universitas Moestopo (Jakarta) : 01-03 Oktober 2012
7. Universitas Hang Tuah (Surabaya) : 04-06 Oktober 2012
8. Universitas Padjajaran (Bandung) : 08-10 Oktober 2012
9. Universitas Jember (Jember) : 11-13 Oktober 2012
10. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta : 15-17 Oktober 2012
11. Universitas Shiah Kuala (Aceh) : 18-20 Oktober 2012
12. Universitas Trisakti (Jakarta) : 22-24 Oktober 2012
13. Universitas Baiturrahman (Padang) : 29-31 Oktober 2012
14. Universitas Sam Ratulangi (Manado) : 01-03 November 2012
15. Universitas Sumatera Utara (Medan) : 05-07 November 2012
Minggu, 05 Februari 2012
Info Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI
Visi Dan Misi Pembangunan Kesehatan 2015-2019
Pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap warga negara agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Tujuan dari pembangunan kesehatan itu sendiri adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat yang ditandai dengan terwujudnya kesadaran masyarakat untuk hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan yang sehat, mampu untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh penjuru wilayah negara Indonesia tanpa terkecuali.
Dalam rangka mewujudkan pembangunan kesehatan yang optimal, Kementerian Kesehatan RI menetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan Tahun 2015-2019 dengan mengikuti visi misi Presiden Republik Indonesia yaitu sebagai berikut :
VISI PEMBANGUNAN KESEHATAN 2015-2019
Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-royong.
MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN 2015-2019
Adapun visi pembangunan kesehatan tersebut diatas dijabarkan ke dalam 7 (tujuh) misi pembangunan yaitu:
NAWA CITA
Istilah Nawa Cita berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Nawa yang berarti sembilan dan Cita yang berarti harapan, agenda, atau keinginan. Nawa Cita adalah agenda pokok Jokowi-JK sebagai prioritas pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Salah satu yang menjadi pilar dalam agenda ini adalah pembangunan kualitas hidup manusia Indonesia melalui pembangunan kesehatan.
Berikut Nawa Cita selengkapnya :
NILAI-NILAI PEMBANGUNAN KESEHATAN
Pro Rakyat
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, Kementerian Kesehatan akan selalu mendahulukan kepentingan rakyat dan harus menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama dan status sosial ekonomi.
Inklusif
Semua program pembangunan kesehatan harus melibatkan seluruh pihak, karena pembangunan kesehatan tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan saja. Dengan demikian, seluruh komponen masyarakat harus berpartisipasi aktif, yang meliputi lintas sektor, organisasi profesi, organisasi masyarakat pengusaha, masyarakat madani dan masyarakat akar rumput.
Responsif
Program kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan rakyat, serta tanggap dalam mengatasi permasalahan di daerah, situasi kondisi setempat, sosial budaya dan kondisi geografis. Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penanganan yang berbeda pula.
Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai target yang telah ditetapkan dan bersifat efisien.
Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), transparan, dan akuntabel.
Demikian Visi Dan Misi Pembangunan Kesehatan 2015-2019 diperoleh dari website resmi Kementerian Kesehatan RI www.depkes.go.id.
Dalam rangka mewujudkan pembangunan kesehatan yang optimal, Kementerian Kesehatan RI menetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan Tahun 2015-2019 dengan mengikuti visi misi Presiden Republik Indonesia yaitu sebagai berikut :
VISI PEMBANGUNAN KESEHATAN 2015-2019
Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-royong.
MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN 2015-2019
Adapun visi pembangunan kesehatan tersebut diatas dijabarkan ke dalam 7 (tujuh) misi pembangunan yaitu:
- Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
- Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan negara hukum.
- Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
- Mewujudkan kualitas hidup manusia lndonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
- Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
- Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional, serta
- Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
NAWA CITA
Istilah Nawa Cita berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Nawa yang berarti sembilan dan Cita yang berarti harapan, agenda, atau keinginan. Nawa Cita adalah agenda pokok Jokowi-JK sebagai prioritas pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Salah satu yang menjadi pilar dalam agenda ini adalah pembangunan kualitas hidup manusia Indonesia melalui pembangunan kesehatan.
Berikut Nawa Cita selengkapnya :
- Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
- Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
- Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
- Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
- Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.
- Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
- Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
- Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
- Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga.
NILAI-NILAI PEMBANGUNAN KESEHATAN
Pro Rakyat
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, Kementerian Kesehatan akan selalu mendahulukan kepentingan rakyat dan harus menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama dan status sosial ekonomi.
Inklusif
Semua program pembangunan kesehatan harus melibatkan seluruh pihak, karena pembangunan kesehatan tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan saja. Dengan demikian, seluruh komponen masyarakat harus berpartisipasi aktif, yang meliputi lintas sektor, organisasi profesi, organisasi masyarakat pengusaha, masyarakat madani dan masyarakat akar rumput.
Responsif
Program kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan rakyat, serta tanggap dalam mengatasi permasalahan di daerah, situasi kondisi setempat, sosial budaya dan kondisi geografis. Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penanganan yang berbeda pula.
Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai target yang telah ditetapkan dan bersifat efisien.
Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), transparan, dan akuntabel.
Demikian Visi Dan Misi Pembangunan Kesehatan 2015-2019 diperoleh dari website resmi Kementerian Kesehatan RI www.depkes.go.id.
Langganan:
Postingan (Atom)









